680 total views

 

Jampang/Ahad 22 Desember 2019 bertepatan dengan hari ibu, Insan Pencak Silat Jabodetabek, Cianjur, Sukabumi dan Banten kembali berkumpul di Padepokan Kampung Silat Jampang ( KSJ ) di Kawasan Terpadu Zona Madina Dompet Dhuafa dalam perhelatan Festival Silat Jampang 8. Sebanyak 335 orang peserta yang berasal dari 22 sanggar Pencak Silat bergerak dan saling menunjukan kreasinya untuk menjadi Pesilat terbaik untuk kategori perorangan, berpasangan dan berkelompok.

Dalam Sambutannya Bapak Imam Rulyawan, Pencak Silat menjadi pemersatu dalam kehidupan, melalui Pencak Silat Dompet Dhuafa memperkuat program kemanusiaannya dalam pengembangan budaya, ekonomi, kesehatan, pendidikan dan sosial dakwah. Sebagai lembaga kemanusiaan Dompet Dhuafa                     ( DD )  selalu berusaha untuk membangun potensi optimalisasi penyaluran dana ZISWAF kepada para mustahik dengan harapan melalui program-program yang semakin variatif akan mampu menumbuhkan masyarakat menjadi lebih berdaya, Ujar Direktur Eksekutif Dompet Dhuafa sekaligus sebagai Pembina KSJ.

Ada yang menarik dalam Festival tahun ini yaitu banyaknya tokoh Pencak Silat Nasional yang hadir di event ini ,seperti ;  H. Basir dari Kombesi, H. Azis Asyarie dari Maenpo Cikalong Cianjur, Bang Taufan P dari FP2STI, Bapak Camat Daswara, dan beberapa Pesilat Senior, Guru Besar, serta Tokoh Masyarakat di sekitar Jampang, Wawan Hermawan sebagai KADES Jampang menyampaikan bahwa KSJ adalah Garda Pembinaan masyarakat yang sudah membuktikan eksistensi sejak tahun 2008 dalam pembentukan karakter positif pada pemuda Desa. Bahkan ada warga kami yang tadinya tidak bisa Silat saat ini sudah bekerja dan menjadi pelatih di perguruannya. Inilah yang kami katakan bahwa KSJ sudah mampu memunculkan kader pemuda yang potensial dan berkarakter islami.

Setelah penetapan Pencak Silat sebagai Kekayaan Budaya tak benda (Intangible Cultural World Heritage) Asli dari Indonesia di Sidang UNESCO pada tanggal  14 Desember di Bogota – Kolombia, sesungguhnya upaya pertanggungjawaban para insan pencak silat menjadi lebih berat. Upaya pelestarian, mensosialisasikan dan mengembangkan Pencak Silat harus lebih masif, melibatkan pemangku kepentingan yang tidak hanya dari pemerintah pusat, tetapi juga harus menjadi agenda di semua pemerintah daerah, keterlibatan sektor swasta sampai komunitas budaya dan komunitas pencak silat itu sendiri juga harus lebih aktif. Saat ini jumlah perguruan silat sangat banyak dan mencapai ribuan yang tersebar di 44 Provinsi di Indonesia. Bahkan tidak sedikit perguruan silat saat ini sudah menyasar pada tempat-tempat latihan yang tidak lagi harus di pedesaan dan tradisional, saat ini pusat perbelanjaan, perkantoran, sekolah, pondok pesantren, kampus ternama bahkan sampai para eksekutif pun ingin belajar silat. Alhamdulillah, sebaran di luar negeri pun Pencak Silat sudah lebih di 41 negara di Dunia dan harapannya terus berkembang hingga pencak silat menjadi kekayaan Dunia yang dapat dipelajari seluruh lapisan masarakat di seluruh belahan bumi, seperti yang disampaikan oleh Herman Budianto selaku Ketua KSJ dan juga aktif dalam mengisi ceramah pedesaan sampai ke perkantoran.

Semoga dengan banyaknya program edukasi dan promosi Pencak Silat Indonesia dapat terus memunculkan pemimpin peminpin baru yang berkarakter islami dan memiliki integritas yang tinggi. Itu lah The Power of Silat.